Pasukan Anti Terorisme Gujarat Menangkap Tiga Orang Lagi Dengan Heroin Senilai 120 Crore Rupee
Gujarat

Pasukan Anti Terorisme Gujarat Menangkap Tiga Orang Lagi Dengan Heroin Senilai 120 Crore Rupee

Ringkasan

ATS telah menyita 24 kg heroin asal Pakistan senilai Rs 120 crore di pasar global. Menangkap tiga orang lainnya dari distrik Morbi dengan heroin senilai Rs 600 crore.

mendengar berita

Pasukan Anti-Teroris Gujarat (ATS) pada hari Rabu mengatakan telah menangkap tiga orang dari distrik negara bagian Devbhoomi Dwarka. ATS telah menyita 24 kg heroin asal Pakistan senilai Rs 120 crore di pasar global. Menangkap tiga orang lainnya dari distrik Morbi dengan heroin senilai Rs 600 crore.

ATS mengatakan sebelumnya juga pada 14 November, ATS telah menangkap tiga tersangka dari Morbi. Mukhtar Hussain Rao, salah satu terdakwa, telah mengaku selama penahanannya bahwa dia telah menyembunyikan 24 kg heroin di dalam sebuah rumah di desa Navadara, Kalyanpur taluka, distrik Devbhoomi Dwarka.

Pada Rabu, tim ATS bersama Mukhtar tiba di lokasi dan mengamankan narkotika (narkoba) senilai Rs 120 crore dari rumah. Iqbal Bhangaria dari ATS mengatakan, interogasi lebih lanjut terhadap Mukhtar dan dua terdakwa lainnya Samasuddin Syed dan Ghulam Hussain Bhagad mengungkapkan bahwa 12 kg heroin diserahkan kepada Iqbal Qadri alias, barang utama yang diberikan kepada terdakwa oleh penyelundup Pakistan di laut lepas. bagian dari kiriman.

Kemudian, Qadri mengirimkan narkoba ke Ankit Jhakar, yang bekerja untuk penembak mafia narkoba yang ditakuti Bhola alias Bharat Bhushan Sharma, dan Arvind Yadav, yang saat ini berada di penjara Punjab dan menjalankan jaringan narkoba melalui anak buahnya.

Mengetahui bahwa Iqbal, seorang penduduk kota pesisir Salaya di distrik Devbhoomi Dwarka, telah mengadakan pertemuan dengan kelompok Bhola di Rajasthan untuk merencanakan pengiriman obat-obatan berikutnya, ATS mengawasi sebuah tempat di distrik Sirohi dan Iqbal dan keduanya ditangkap. Yadav adalah penduduk Sriganganagar di distrik tetangga, kata rilis tersebut.

ATS juga menangkap seorang Hussain Rao dari kota Jodiya di Jamnagar, karena ia terlibat dalam pengangkutan heroin di mobilnya dari Salaya ke Nawadara atas perintah tersangka lain yang ditangkap sebelumnya.

Ekspansi

Pasukan Anti-Teroris Gujarat (ATS) pada hari Rabu mengatakan telah menangkap tiga orang dari distrik negara bagian Devbhoomi Dwarka. ATS telah menyita 24 kg heroin asal Pakistan senilai Rs 120 crore di pasar global. Menangkap tiga orang lainnya dari distrik Morbi dengan heroin senilai Rs 600 crore.

ATS mengatakan sebelumnya juga pada 14 November, ATS telah menangkap tiga tersangka dari Morbi. Mukhtar Hussain Rao, salah satu terdakwa, telah mengaku selama penahanannya bahwa dia telah menyembunyikan 24 kg heroin di dalam sebuah rumah di desa Navadara, Kalyanpur taluka, distrik Devbhoomi Dwarka.

Pada Rabu, tim ATS bersama Mukhtar tiba di lokasi dan mengamankan narkotika (narkoba) senilai Rs 120 crore dari rumah. Iqbal Bhangaria dari ATS mengatakan, interogasi lebih lanjut terhadap Mukhtar dan dua terdakwa lainnya Samasuddin Syed dan Ghulam Hussain Bhagad mengungkapkan bahwa 12 kg heroin diserahkan kepada Iqbal Qadri alias, barang utama yang diberikan kepada terdakwa oleh penyelundup Pakistan di laut lepas. bagian dari kiriman.

Kemudian, Qadri mengirimkan narkoba ke Ankit Jhakar, yang bekerja untuk penembak mafia narkoba yang ditakuti Bhola alias Bharat Bhushan Sharma, dan Arvind Yadav, yang saat ini berada di penjara Punjab dan menjalankan jaringan narkoba melalui anak buahnya.

Mengetahui bahwa Iqbal, seorang penduduk kota pesisir Salaya di distrik Devbhoomi Dwarka, telah mengadakan pertemuan dengan kelompok Bhola di Rajasthan untuk merencanakan pengiriman obat-obatan berikutnya, ATS mengawasi sebuah tempat di distrik Sirohi dan Iqbal dan keduanya ditangkap. Yadav adalah penduduk Sriganganagar di distrik tetangga, kata rilis tersebut.

ATS juga menangkap seorang Hussain Rao dari kota Jodiya di Jamnagar, karena ia terlibat dalam pengangkutan heroin di mobilnya dari Salaya ke Nawadara atas perintah tersangka lain yang ditangkap sebelumnya.

Posted By : togel hongkonģ hari ini 2021